My Kancut Keblenger

Senin, 29 Maret 2010

Hachiko, Si Anjing Setia

Mungkin gue adalah salah 1 orang yang ketinggalan informasi soal kisah si Hachiko ini. Yap, thx to my pal, Meliana, yang udah ngasi tau film ini ke gue. Oia maklum aja ya kalo gue ketinggalan informasi mengenai dunia perfilman, soalnya jujur gue nggak begitu suka banget sama nonton film. Hehehe
Film yang gue tonton itu berjudul "Hachiko, A Dog's Story". Film ini mengisahkan tentang seekor anjing akita kecil (anjing kebangsaan Jepang) yang nyasar di sebuah stasiun. Lalu dipungutlah dia oleh seorang Professor bernama Mr Parker ketika beliau melihat anjing itu dan merasa kasihan. Awalnya Mr Parker ingin memberikan anjing tersebut ke beberapa temannya, namun mereka menolaknya. Baru saja sehari beliau memelihara anjing itu, sang istri bersikeras untuk mengusir anjing malang tersebut. Apalagi ketika makhuk itu merusak hasil karyanya. Namun Mr Parker tetap ingin mengurusi anjingnya hingga suatu ketika istrinya merasa kasihan dan mengijinkan anjing itu untuk dipelihara oleh suami tercintanya.

Minggu, 28 Maret 2010

TRANSCORP VS MNC GROUP

Sepanjang hari, kalau saya perhatiin timeline dari Pak Wishnutama selaku petinggi Transcorp, kayaknya beliau emang bener-bener kecewa dengan hasil PGA 2010 Jumat kemarin. Ya abis gimana dong, padahal program acara Transcorp kayaknya banyak yang layak untuk ditonton dan sangat kreatif juga inovatif, tapi kenapa banyak yang nggak menang atau masuk nominasi? Mungkin kalo di stasiun TV lain, sinetron yang lebay jadi andalan mereka, tapi nggak seperti Transcorp yang menyajikan tayangan yang unik dan NON SINETRON! Artis-artisnya juga sangat menghibur dan membuat ‘lulusan’ artis yang awalnya eksis di Transcorp semakin menjadi populer. Sebut saja Tora Sudiro, yang awalnya cuma main di Extravaganza, berawal dari situ beliau bisa main beberapa judul film dan iklan. Ada pula Fitri Tropica, Olga Syahputra, ‘Welas’ Asri, Indy Barends, Indra Bekti, Cici Panda, dsb yang menurut gue mereka sangat pantas untuk jadi seorang presenter. Ada pula Sule yang berawal eksis di TPI tapi akhirnya semakin eksis ketika beliau main di OVJ Trans 7 dan Aziz Gagap yang kini karirnya semakin cemerlang walaupun mukanya pas-pasan.

Sabtu, 27 Maret 2010

Keganjalan Panasonic Gobel Award 2010

Indonesia oh Indonesia, kapan ya kira-kira bangsa ini menjadi bangsa yang jujur? Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme beredar dimana-mana. Tidak pejabat tidak warganya, banyak sekali yang suka berlaku curang. Lantas, mau dibawa kemana bangsa ini?

Semalam, sebuah ajang penganugerahan bergengsi digelar dan disiarkan langsung oleh MNC group (RCTI, TPI, dan Global). Entah mengapa ya, mengapa hanya di ketiga channel tersebut PGA disiarkan. Disaat saya menontonnya, entah mengapa saya cukup kaget dengan hasil pemenang yang diumumkan dan rasa-rasanya terdapat banyak keganjalan. Berikut ini hasil pemenang dari PGA 2010:

2 Kebutuhan Wanita Yang Harus Pria Berikan!

Terinspirasi dari perkataan Mom Suzy Azeharie sewaktu di kelas Teori Komunikasi kemarin, beliau berkata bahwasanya wanita mempunya 2 kebutuhan yang harus diberikan oleh pasangannya, yaitu: DIBELAI dan DIBELIIN. Maybe kalian telah mengetahui apa maksud kata-kata tersebut. Ya, betul sekali! Dibelai means wanita memang butuh akan belaian dari pasangannya yang ia cintai. Maksud sebenarnya bukan memang Pria musti benar-benar harus membelai rambut wanitanya setiap kali bertemu, melainkan lebih tepatnya yaitu wanita butuh kasih sayang dari orang yang dicintainya. Wujud kasih sayang dapat diapresiasikan melalui berbagai macam cara, misalnya dengan memberikan perhatian, mendengarkan apa yang sedang wanita bicarakan, selalu setia dan selalu ada didalam suka ataupun duka, ya mungkin seperti itulah kiranya.

Minggu, 21 Maret 2010

Kisah Senang Di Hari Minggu

Minggu, 21 Maret 2010

Tepat jam 9 malam, iseng-iseng gue nelpon si Solo. Setelah sekian bulan gue nggak pernah ngedenger suara dia lagi akhirnya rasa rindu itupun datang. Ah tidak, padahal tadinya gue udah bisa lupain dia, namun entah mengapa akhir-akhir ini dia kembali hadir di dalam pikiran dan hati gue. Sempet gemeteran pas nyoba nelpon dia , apalagi sebelumnya gue udah mules-mules dan boker mencret-mencret wuakakakak :D

Oke, awalnya sih gue nyoba buat smsan dulu sama dia. Gue kira nggak bakal di bales, tapi ternyata .. kita pun akhirnya smsan, gila udah lama gak smsan sama dia haha (padahal baru seminggu nggak smsannya hahaha). Abis itu gue boker dan akhirnya gue nyoba untuk nelpon dia pake private number. Pas ngedenger suara bass dan medok jawanya itu, gue mulai bingung, kepengen ngomong apa coba haha. Oh iya kan ceritanya gue punya bonus nelpon nih 9 menit tapi ujung-ujungnya gue nelpon dia 29 menit 23 detik wuakakakak. Dasar wuedyaaan! Trs dia yang nanya gitu kan, kok ya tumben bgt gue nelpon dia, gue jawab aja kalo gue lagi pengen buang pulsa trs sok-sok-an ceritanya gue abis dapet duit gitu dari Opa SBY wkwkwk. Lalu kita pun ngobrol ngalor ngidul gaje, masih tetep sama kyk dulu sih dia, lebih banyak diam tapi lebih mendingan skrg lah agak terbuka. Trs dia bilang kan katanya gue kangen ya sama dia ampe tumben nelpon hahaha tapi gue jawab aja,”Ih NAJIS, pede lo! Gue lagi kaya, mau buang-buang pulsa weeeek :p” haha. Trs dia yang ketawa ngikik gitu, kocak deh ah, jadi kangen kepengen liat dia langsung...

Sabtu, 13 Maret 2010

Kenawhy Selalu Berinisial “R” ?

Kenawhy sih? Kenawhy selalu Pria berinisial “R” yang pernah menghantui hati dan pikiran saya? Apakah salah dan dosa saya kepada mereka? *halah lebbeh*

Berawal dari jamannya gue masih jadi bocah ingusan, tepatnya ketika gue masih sekolah di TK Aisyah. Di kelas, ada seorang cowo bernama RIRI, yang menurut gue tuh kece banget! Udah gitu pinter lagi. Tapi selepas lulus, gue nggak tau kabarnya dia kayak gimana. Hingga kini gue masih lost contact sama dia, tapi eh jangan salah, gue punya fotonya dia tuh waktu jamannya TK looooh! Hahaha.

Jumat, 12 Maret 2010

Aku dan Sisa Hidupku Kini


“Aku ingin menjadi manusia sesungguhnya”
Mungkin itulah harapan yang ingin aku wujudkan di sisa hidupku ini. Aku yang memiliki sebuah penyakit stadium akhir dan telah didiagnosa dokter bahwa hidupku tinggal 6 bulan, hanya ingin melakukan hal-hal yang terbaik yang mungkin sebelumnya tidak aku lakukan. Ya, setidaknya aku ingin keluarga, saudara, dan teman-teman bangga akan sedikit perubahanku sekarang ini meskipun hanya sebentar.
Aku yang awalnya merupakan mahasiswa yang malas belajar, yang kerjaannya hanya online dengan teman-teman dunia maya yang tidak penting, kini telah berubah total. Sekarang aku mulai giat belajar dan menyimak mata kuliah dari dosen dengan baik. Aku matikan handphone agar aku tidak main dengan barang tersebut jika sedang belajar di kelas. Oh iya, cara berpakaianku juga sangat berubah. Kalau dulu aku sangat cuek dengan penampilan, kini aku telah menutup seluruh auratku dengan busana panjang dan sebuah jilbab yang selalu ku kenakan kemana saja. Ya, sebagai muslimah yang telah baligh, seharusnya aku mengenakan jilbab tersebut sejak dulu. Namun baru kupakai sekarang. Ya, mengingat umurku tidak sepanjang dengan umur kawan-kawan, sehingga aku berusaha untuk insaf. Kini, aku lebih banyak berserah diri kepada Allah. Ku tinggalkan segala laranganNya dan ku lakukan segala perintahNya. Kemanapun aku berada, aku membawa sebuah kitab kecil untuk aku baca dan sebuah tasbih untukku bersenandung ayat-ayatNya. Setiap kali aku menyebut namaNya, rasanya aku ingin menangis. Ya Robb, sebentar lagi aku akan menghadapMu. Akankah aku bahagia disisiMu nanti ?

Sabtu, 06 Maret 2010

Ketidakjelasan Orang Indonesia!

Bukan maksud untuk sok kritis, tapi tulisan ini gue buat karena banyaknya ketidakjelasan di negri ini. Oke, slamat membaca!

Guys, pasti kalian tau kan tentang kasus century yang berujung ketidakjelasan dalam negri ini? Mulai dari ketidakjelasan aliran dana yang mengalir, ketidakjelasan hasil rapat Pansus, ketidakjelasan anggota DPR yang berujung adu tonjok or adu bacot, serta ketidakjelasan perilaku para demonstran yang semakin hari semakin BERINGAS! Gue cuma bisa ngurut dada, kenapa sih negri ini penuh dengan orang-orang nggak jelas? Sebenarnya siapa sih yang bawa kabur tuh duit? Siapa yang menerima suap dari kasus century? Sri Mulyani kah? Boediono? Apakah jelas buktinya? Siapa sih yang bertanggung jawab dalam kasus ini? Dan beragam pertanyaan bodoh lainnya yang bisa dijawab dengan jawaban yang tidak mempunyai kejelasan juga!

Gara-gara century, si Pansus ikutan linglung. Rapat terbuka di DPR kemarin pun kayaknya percuma aja, nggak jelas! Mahasiswa , LSM, dan orang-orang nggak jelas lainnya pun ikut-ikutan nggak jelas,karena demonya mereka tuh udah bikin macet jalan dan merusak fasilitas umum! Akibat jalanan macet, Jakarta merugi sekian trilyun (kata salah satu sumber yang gue denger di Metro TV). Nggak jelas juga sih kok bisa ampe triliunan gitu meruginya. Gue sih cuma bisa mikir, kalo misalkan ada orang sekarat yang musti cepet-cepet dibawa ke rumah sakit tapi pas di perjalanan jalanannya macet, gimana nasib tuh orang? Yang ada bisa mati di jalan! Klo misalkan ada ibu-ibu yang mau ngelahirin dan pas mau ke rumah sakit taunya brojol di jalanan yang macet trus pendarahan dan mati, siapa yang mau disalahkan? Tuh ibu-ibu yang ngelahirinnya gak tepat pada waktunya? Pendemo yang bikin macet? Anggota DPR? Yang punya Century? Atau tukang nasi uduk yang ada di depan rumah gue? (halah, apa hubungannya, kancut!!). Atau jangan-jangan kalian yang salah, kawan? (bukan kok bukan, kita kan anak baik-baik!). Whatever deh!

Negara kita memang negara demokrasi. Semua warga boleh mengeluarkan aspirasinya. Tapi demokrasi atau kebebasan ini bukannya ada batasannya ya? Apakah dalam mengeluarkan aspirasi kita musti pake cara kekerasan? Sebagai contoh, kita liat bentrokan antara mahasiswa Universitas Negri Makassar dengan Polisi. Hey kalian para Mahasiswa, pelajar tertinggi sekaligus terhormat di negri ini (apalagi dalam bentrokan itu melibatkan mahasiswa kampus negri), apakah sepantasnya kalian beringas seperti itu? Dengan merusak berbagai fasilitas umum yang dibuat dari uang rakyat, melempar batu sampai warga sipil terluka, mengeluarkan kata-kata kotor, merusak kampus sendiri, helooooo inikah yang namanya MAHASISWA, hah? Gue nggak ngelarang kalian untuk demo kok, tapi ya nggak usah pake kekerasan BISA NGGAK?! Gue sebagai MAHASISWA sangat MALU, karena mempunyai saudara sebangsa dan setanah air yang TIDAK BERPRIKEMANUSIAAN ! Dimana otak kalian? Tercoreng sudah nama MAHASISWA dipikiran masyarakat, dimana mereka menganggap, “MAHASISWA ZAMAN SEKARANG PREMAN SEMUA!” Tidakkah kalian mempunyai kerjaan, hah? Apakah tugas para preman di negri ini sudah dialihkan kepada mahasiswa, dimana mereka cuma bisa menghancurkan fasilitas yang ada? nggak heran kalo ada berita siswa SMP-SMA yang tawuran nggak jelas, soalnya kakak-kakaknya pun yang udah kuliah suka tawuran juga! INIKAH CONTOH PELAKU PENDIDIKAN NEGRI KITA?! Malu rasanya gue jadi mahasiswa Indonesia!!

Sudahlah saudaraku, hendaklah kalian belajar yang benar biar kalian bisa jadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kalo kalian cuma bisanya tawuran, mau ditaro dimana masa depan kalian? Kalo kalian mati dalam bentrokan itu, apa kalian nggak kasihan dengan orangtua yang telah bersusah payah menafkahi dan membayar uang kuliah kalian? Coba deh pikirin! *nasehat ini berlaku pula untuk mahasiswa-mahasiswa lainnya yang suka bentrokan nggak jelas dari berbagai universitas*

Nggak usah menyalahi SBY, toh nggak gampang pula jadi Presiden! (bukan maksud gue bela SBY yeee!). Pikirin deh, emangnya masalah di negri ini cuma century apa, hah? Ada banyak, kawan!! Lebih baik kalian kerjain deh tuh tugas sendiri-sendiri, nggak usah sok ikut campur dengan perilaku yang nggak jelas dan gak bermanfaat!! Yoi nggak?

Ah harus gimana lagi sih nih negri, nggak pemimpin (baca: anggota DPR), nggak mahasiswa, warga, pelajar, kok ya demen banget maen adu tonjok? Cemen banget! Yang dipake tuh OTAK, bukan OTOT!

Apa seharusnya Pak SBY pake sistem pemerintahan yang otoriter biar nggak banyak orang yang berani berbuat bentrok? (kayak zamannya Pak Soeharto). Pasti nggak mau, kan? Apa kalian mau kembali ke zamannya Pak Soeharto, dimana segala aspirasi dan keputusan ada ditangan kepala negara and so kalian nggak bisa berpendapat? Think, think, think!!

Sebenernya sih otoriter dan demokrasi masing-masing ada keuntungan juga kerugiannya. Kalo kata nyokap gue nih ya, kalo sistem negri ini pake otoriter kayak di zamannya Soeharto gitu, enaknya nih negri aman dan tentram, nggak ada yang namanya demo apalagi bentrokan, soalnya takut ditangkap, dipenjara, bahkan ampe dibunuh. Tapi, sistem kayak gitu kan bikin kita gerah juga, dimana kita nggak bisa mengeluarkan aspirasi, HAM pun kayaknya gak ada tuh! Akibat dari pelarangan mengeluarkan aspirasi, masyarakat nggak bakal ngerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, yang membuat masyarakat menjadi bodoh dan bodoh seterusnya karena cuma bisa menganggukkan kepala dengan apa yang diucapkan oleh sang Pemimpin. Apa kalian mau seperti itu?

Demokrasi alias kebebasan. Kita bebas mengeluarkan aspirasi kita. Walau begitu, kebebasan ini juga ada peraturannya. Tapi zaman sekarang kayaknya manusia-manusia ini udah nggak peduli dengan peraturan! Yang penting mereka bebas untuk berekspresi walaupun banyak sisi negatifnya! Oh My God!!

Kembali ke masalahcentury...

Jujur, gue pun nggak begitu ngerti dengan alur cerita century. Yang jelas, biarkanlah mereka para wakil rakyat yang ngurusin, ngapain sih kita repot-repot ngurusin, kayak bener aje! (kita : mahasiswa/pelajar). Mau demo karena nggak puas dengan hasil kerja Pansus? Sono aje lo demo, tapi nggak pake kekerasan dan ngerusakin barang BERAPA YA?

Pokoknya gue nggak mau-mau lagi liat yang namanya mahasiswa bentrokan di tipi! Kayak anak BERANDALAN tau nggak! Ngapain capek-capek kuliah kalo bisanya cuma bentrok! ALAY LO AH!!

Oke, sekian dan trimakasih. Mohon maaf jika ada kesalahan kata, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa...